5 Tanda Stres Kerja yang Tidak Boleh Diabaikan

Ketika Tekanan Kerja Mulai Memengaruhi Keseharian


Target pekerjaan, tenggat waktu, perubahan prioritas, atau tuntutan untuk terus beradaptasi merupakan bagian dari kehidupan kerja. Dalam situasi tertentu, tekanan tersebut dapat memicu stres.

Stres sendiri merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang dianggap menantang. Dalam jangka pendek, respons ini dapat membantu seseorang tetap waspada dan menghadapi situasi yang dihadapi.

Namun, ketika tekanan berlangsung terus-menerus dan mulai memengaruhi kondisi fisik, pikiran, emosi, maupun perilaku, stres tidak sebaiknya diabaikan.

Lalu, bagaimana mengetahui bahwa stres kerja mulai memerlukan perhatian?

Berikut lima tanda yang dapat dikenali :
  1.  Tubuh Terasa Lebih Mudah Lelah
    Kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan merupakan hal yang wajar. Namun, apabila tubuh terasa lelah secara terus-menerus atau muncul berbagai keluhan fisik ketika sedang menghadapi tekanan kerja, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
    Stres dapat memengaruhi tubuh dan menimbulkan berbagai respons fisik. Beberapa orang dapat mengalami sakit kepala, ketegangan otot, gangguan pencernaan, atau merasa tidak memiliki energi untuk menjalani aktivitas.
    Keluhan fisik tidak selalu disebabkan oleh stres. Namun, apabila keluhan sering muncul bersamaan dengan periode tekanan yang tinggi, ada baiknya mulai memperhatikan kondisi tubuh dan mencari tahu faktor yang mungkin memengaruhinya.

  2. Konsentrasi dan Kemampuan Menyelesaikan Pekerjaan Menurun
    Pernah merasa sulit berkonsentrasi ketika pekerjaan sedang menumpuk?
    Stres dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi, mengingat informasi, maupun mengambil keputusan. Akibatnya, pekerjaan yang biasanya dapat diselesaikan dengan mudah terasa lebih sulit atau membutuhkan waktu lebih lama.

    Beberapa tanda yang mungkin muncul antara lain:
    - Lebih sering kehilangan fokus
    - Mudah lupa terhadap pekerjaan atau informasi tertentu
    - Sulit menentukan prioritas
    - Lebih sering melakukan kesalahan
    - Membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas.

  3. Emosi Menjadi Lebih Mudah Berubah
    Stres juga dapat memengaruhi cara seseorang merespons situasi sehari-hari. Ketika tekanan meningkat, seseorang mungkin menjadi lebih mudah marah, tersinggung, cemas, frustrasi, atau merasa kewalahan. Hal-hal kecil yang biasanya dapat dihadapi dengan tenang pun dapat terasa lebih berat.

    Perubahan emosi sesekali merupakan hal yang normal. Namun, apabila perubahan tersebut berlangsung lebih sering atau mulai memengaruhi hubungan dengan rekan kerja, keluarga, maupun orang-orang terdekat, penting untuk tidak mengabaikannya.

  4. Pola Tidur Mulai Terganggu
    Pikiran mengenai pekerjaan terkadang masih terbawa hingga waktu istirahat. Ketika terjadi terus-menerus, hal ini dapat memengaruhi kualitas tidur.
    Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan untuk tidur, sering terbangun pada malam hari, atau merasa tidak segar ketika bangun di pagi hari. Sebagian lainnya justru merasa membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak tetapi tetap merasa lelah.

    Tidur yang berkualitas penting bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan diri. Karena itu, perubahan pola tidur yang berlangsung terus-menerus perlu menjadi perhatian.

  5.  Mulai Menarik Diri atau Kehilangan Minat

    Stres yang berkepanjangan tidak hanya memengaruhi pekerjaan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas di luar pekerjaan.
    Anda mungkin mulai kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, enggan bertemu dengan orang lain, atau lebih sering memilih untuk menyendiri setelah bekerja.

    Di lingkungan kerja, kondisi ini juga dapat terlihat dari meningkatnya kecenderungan untuk menunda pekerjaan, menghindari interaksi dengan rekan kerja, atau merasa tidak memiliki energi untuk terlibat dalam aktivitas yang sebelumnya dapat dijalani dengan baik.
    Jika perubahan tersebut berlangsung cukup lama dan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sebagai sekadar "sedang tidak mood".

Apa yang Dapat Dilakukan Ketika Mulai Mengalami Tanda-Tanda Ini?
Mengenali tanda stres merupakan langkah awal. Selanjutnya, penting untuk melihat kembali sumber tekanan dan memberikan kesempatan bagi tubuh serta pikiran untuk beristirahat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  • Berikan waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri.
  • Tetapkan prioritas pekerjaan dan hindari mengambil beban di luar kemampuan apabila memungkinkan.
  • Jaga pola tidur, aktivitas fisik, dan pola makan yang baik.
  • Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan di luar pekerjaan.
  • Bicarakan kondisi yang dialami dengan orang yang dipercaya.
  • Jika memungkinkan, komunikasikan beban atau kendala pekerjaan kepada atasan.
Tidak semua sumber stres dapat dihilangkan. Namun, mengenali sumber tekanan dan mencari cara yang lebih sehat untuk menghadapinya dapat membantu menjaga kesejahteraan dalam jangka panjang.

Perlu Diingat
Mengalami satu atau beberapa tanda di atas tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Stres merupakan respons yang dapat dialami siapa saja dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap individu.

Namun, apabila keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Mencari bantuan bukan berarti seseorang tidak mampu menghadapi masalah. Justru, mengenali kapan membutuhkan dukungan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan diri.


Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Psikolog?
Tidak ada aturan bahwa seseorang harus menunggu sampai kondisinya menjadi sangat berat sebelum berkonsultasi dengan psikolog.

Jika tekanan yang dirasakan mulai sulit dikelola, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membuat Anda merasa kesulitan menjalani rutinitas seperti biasanya, konsultasi dengan psikolog dapat menjadi salah satu pilihan.
Psikolog dapat membantu memahami faktor yang mungkin berkontribusi terhadap tekanan yang dialami dan membantu mengembangkan strategi yang sesuai untuk menghadapinya.

Menjaga Kesehatan Mental Dimulai dari Mengenali Perubahan Diri
Stres merupakan bagian dari kehidupan dan tidak selalu dapat dihindari. Yang penting adalah mengenali ketika tekanan mulai memberikan dampak terhadap tubuh, pikiran, emosi, maupun keseharian.

Semakin dini perubahan tersebut disadari, semakin cepat pula langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesejahteraan diri.
Jika Anda membutuhkan ruang untuk memahami kondisi yang sedang dialami, Medika Plaza menyediakan layanan konsultasi psikologi bersama tenaga profesional untuk mendukung kesehatan mental sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh.


Disclaimer
Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi mengenai kesehatan. Informasi yang disampaikan tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk mendiagnosis suatu kondisi maupun menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga profesional. Apabila Anda mengalami keluhan yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang kompeten.


Referensi
  • International Labour Organization & World Health Organization. (2022). Mental Health at Work: Policy Brief. Geneva: ILO.
  • World Health Organization. (2022). WHO Guidelines on Mental Health at Work. Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization. (2024). Mental health at work.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Psikolog?

Ketika menghadapi tekanan pekerjaan atau persoalan dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menghadapinya. Ada yang memilih beristirahat, berbicara dengan orang terdekat, melakukan aktivitas yang disukai, atau mencoba menyelesaikan masalah secara mandiri.

Lolos Pemeriksaan Kesehatan, Tapi Tetap Gugur: Pelajaran K3 dari Tragedi Latsarmil

Lima nyawa melayang dalam sepuluh hari pertama. Heat stroke, henti jantung, tuberculosis dan pneumonia menjadi penyebab meninggalnya lima calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (latsarmil) yang berlangsung 14 Juni hingga 31 Juli 2026

Burnout atau Sekadar Lelah? Kenali Perbedaannya

Setelah menyelesaikan pekerjaan atau menjalani hari yang padat, merasa lelah adalah hal yang normal. Tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beristirahat agar energi kembali pulih. Namun, bagaimana jika rasa lelah tidak kunjung membaik meskipun sudah tidur cukup atau mengambil waktu untuk beristirahat?

Mental Health di Tempat Kerja: Mengapa Perusahaan Perlu Peduli?

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, kesehatan mental menjadi salah satu aspek yang semakin mendapat perhatian. Tuntutan pekerjaan, perkembangan teknologi, perubahan pola kerja, hingga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi tantangan yang dihadapi banyak pekerja saat ini.

Waspada Dampak El Nino terhadap Kesehatan: Kenali Risikonya dan Cara Pencegahannya

Fenomena El Nino merupakan kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang dapat menyebabkan cuaca menjadi lebih panas dan kering dalam jangka waktu yang lebih lama. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Musim Pancaroba: Risiko Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan

Musim pancaroba merupakan masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau, maupun sebaliknya. Pada periode ini, cuaca cenderung berubah-ubah dalam waktu singkat, seperti suhu udara yang meningkat pada siang hari lalu disertai hujan atau angin kencang pada sore hingga malam hari.

Lihat Semua Artikel